Taman Penitipan Anak

Banyak hal yang ingin diberikan orangtua kepada anaknya, namun terkendala waktu untuk mencari nafkah. sementara tidak bisa juga menitipkan kepada sembarang orang, karena semua memiliki jadwal dan kegiatannya sendiri sendiri. Sehingga banyak orang tua, apapun statusnya, yang berkarier atau yang hanya sebagai ibu rumah tangga, bersungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan dasar di usia dini bagi putra-putrinya melalui TPA atau day care.

Sebagai ilustrasi ; Orang tua dapat saja mempercayakan pengasuhan anaknya pada pembantu atau nenek seperti yang telah terjadi di masyarakat selama ini.  Jika orang tua menitipkan anak pada pembantu sudah jelas yang akan terjadi hanya pengasuhan, sementara stimulasi pendidikan tidak akan tercapai karena keterbatasan pendidikan sang pembantu. Kemudian apabila  dititipkan pada nenek, maka anak akan cenderung manja dan sulit diatur karena nenek terbiasa menyediakan berbagai hal yang diminta anak agar tidak rewel.

 Orang tua juga dapat memilih baby sitter yang berpengalaman mengasuh dan mendidik anak, tetapi sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat mahal. Baby sitter juga tidak menjamin program stimulasi pendidikan anak akan optimal karena tidak memiliki perencanaan dalam menstimulasi pendidikan anak secara sistematis. Bahkan jika anak dirawat sendiri pun program stimulasi pendidikan bagi anak yang disiapkannya bersifat sementara dan parsial. Ini semua karena orang tua sudah begitu sarat dengan pekerjaan rumah.

Day Care atau Taman Penitipan Anak merupakan solusi tepat untuk menstimulasi berbagai perkembangan yang ada pada diri anak, dari aspek fisik, psikis, hingga pembentukan perilaku. Tumbuh kembang anak dapat termonitor dengan baik jika anak berada dalam asuhan di lingkungan TPA karena program stimulasi direncanakan dan diimplementasikan secara sistematik dan terpadu. Stimulasi tumbuh kembang anak direncanakan sesuai dengan latar belakang dan usia anak agar tidak terjadi kesalahan dalam pengasuhan dan perawatan.

Ada 3 tipe yang dapat diselenggarakan oleh sebuah TPA atau Day Care, yaitu : full day care, half day care dan incidental day care.

  1. Full Day Care (Pengasuhan Penuh waktu), tipe melaksanakan layanan sepanjang hari selama ibu bekerja, rentang waktu pkl. 08.00 – 17.00. Program yang diberikan mencakup layanan pengasuhan dan stimulasi pendidikan secara bersama dan terpadu.
  2. Half Day Care (Pengasuhan Paruh Waktu), tipe layanan yang dilaksanakan selama setengah hari rentang waktu pkl. 08.00- 12.00, dengan program layanan yang sama dengan program full day care. Biasanya yan mengambil layanan ini adalah ayah ibu yang kebetulan berbenturan jam kerjanya dengan anak ketika anak pulang dari sekolah PG atau TK, atau yang akan meninggalkan rumah dan anak pada jam jam tertentu.
  3. Insidental Day Care (Pengasuhan sewaktu-waktu), layanan pengasuhan dalam hitungan jam, minimal  2 jam pengasuhan. Biasanya layanan ini diminta ketika ayah atau ibu harus bekerja atau bepergian mendadak seperti ke undangan, berkunjung ke rumah sakit, atau seminar yang tidak memperbolehkan anak anak ikut serta.

Setiap kegiatan stimulasi selalu dilakukan melalui kegiatan bermain, tidak ada pemaksaan kepada anak untuk belajar secara akademik. Semua konsep yang akan diajarkan, diberikan melalui kegiatan bermain. Kegiatan bermain efektif di TPA yang dimaksud :

  1. Main sensoris motoris, merupakan kegiatan main untuk mengembangkan kemampuan indra anak dalam menerima berbagai informasi dari luar. Kegiatan sensori-motoris adalah kegiatan yang dapat dilakukan menggunakan semua panca indra anak. Contoh kegiatan main sensori diantaranya kegiatan bermain bola,  finger painting, bermain tanah liat.
  2. Main pembangunan, terdiri dari pembangunan yang bersifat cair dan padat. Pembangunan yang bersifat cair seperti bermain air, pasir, spidol, biji-bijian. Sedangkan pembangunan yang bersifat padat, misalnya balok, lego, puzzle.
  3. Main peran, yang terdiri dari main peran makro dan mikro. Main peran makro adalah main peran dimana anak memainkan sendiri peran yang ada. Contohnya, anak berperan sebagai kelinci. Sementara main peran mikro adalah bermain peran menggunakan benda-benda untuk berperan sesuatu. Contohnya, anak memakai kaos kaki untuk dimainkan sebagai kelinci.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s