Bercerita pada anak

Setiap malam sebelum tidur, Orion dan Luna selalu minta dibacakan cerita. Dari buku mana saja yang mereka minati. Biasanya mereka suka minta diceritakan/dibacakan isi buku yang baru saja mereka lihat atau mereka punya. Atau buku buku lama milik mas Andro ketika kecil.
Biasanya sabil tiduran mereka mendengarkan cerita / bacaan dari buku cerita yang sudah mereka tunjuk itu dengan antusias.
Paling sering mereka minta dibacakan dari buku ensiklopedia disney, tentang apa saja. Tentang Dinosaurus dan kepunahannya, Tentang Planet planet, bahkan tentang tubuh manusia. Orion dan Luna sampai kadang hafal sebelum dibacakan. Sampai bukunya bulukan. karena selalu dibaca..

Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan bercerita khususnya buat balita, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Membantu pembentukan pribadi dan moral anak. Cerita sangat efektif untuk mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku, karena anak sangat senang mendengarkan cerita, walaupun berulang-ulang. Orang tua dapat bercerita mengenai kisah para para pahlawan cerita-cerita kepahlawanan, doneng kebaikan dan kejahatan, dunia binatang, saling membantu dan bersosialisasi dalam dongng / cerita rakyat. sehingga nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya dapat membentuk pribadi dan moral anak dengan baik.
2. Mengasah imajinasi anak. ketika dibacakan cerita, anak distimulasi untuk menciptakan gambaran visual di benaknya. Misalnya pada saat dibacakan cerita / dongeng dongeng binatang misalnya tiga babi kecil, anak akan menggambarkan bagaimana babi babi kecil itu membuat rumah mereka masing masing. Anak juga menggambarkan bagaimana srigala yang kemudian muncul tiba-tiba dan memergoki babi kecil pertama sedang membuat rumah, meniup dan mencakarnya dan sebagainya. Imajinasi yang dibangun anak saat menyimak cerita memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan anak menyelesaikan masalah secara kreatif.
3. Mengembangkan kemampuan berbahasa. Cerita juga dapat mengembangkan kemampuan berbahasa yaitu melalui perbendaharaan kata yang sering didengarnya. Lebih dari itu, kemampuan berbahasa secara baik dan benar akan diperoleh anak jika si pencerita mampu bercerita dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Merangsang minat baca anak. Anak berbicara dan mendengar sebelum ia belajar membaca. Oleh karena itu, pengembangan sistem bahasa lisan yang baik sangat penting untuk mempersiapkan anak belajar membaca. Membacakan cerita dapat menjadi contoh yang efektif bagi anak bagaimana aktivitas membaca harus dilakukan. Secara tidak langsung anak memperoleh contoh tentang orang-orang yang gemar dan pintar membaca dari apa yang dilihatnya. Apabila sering memperoleh contoh, minat baca anak akan tumbuh secara sukarela.
5. Mengembangkan kesadaran dan sikap spiritual. Mengembangkan aspek spiritual melalui cerita dapat dilakukan dengan cerita-cerita yang bertema keagamaan, kesadaran beragama ini menjadi modal bagi kehidupan anak di masa depan. Pengenalan terhadap keberadaan Tuhan di dalam hati akan menjadi filter bagi anak dalam bersikap kepada orang lain.
6. Melatih konsentrasi anak. Melalui aktifitas bercerita anak terbiasa untuk mendengar, menyimak mimik dan gerak si pencerita, atau memberi komentar di sela-sela bercerita, sebagai sarana melatih konsentrasi. Hal ini juga harus diimbangi oleh kemampuan si pencerita dalam menghidupkan cerita.
Orang tua yang memiliki anak balita, tidak ada salahnya untuk mengoleksi buku-buku cerita anak yang mendidik, dan membiasakan untuk membacakannya di depan anak pada saat akan tidur dan pada waktu waktu luangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s