Anak dan Harga Dirinya

Pernahkah kita memperhatikan anak anak kita, tingkahlakunya dan gaya bicara serta bahasa tubuhnya ketika berhadapan dengan kita..? semua yang kita lihat kasat mata itu adalah cara anak anak merasakan dan menyatakan dirinya yang berkaitan dengan konsep diri dan keyakinan yang dimiliki tentang dirinya sendiri. Kemampuan anak untuk merasakan dan menyatakan dirinya, mengungkapkannya dengan berbagai reaksi itulah yang disebut dengan harga diri.

Harga diri dan konsep diri sangatlah berbeda. walaupun keduanya sering tercampur aduk. Konsep diri adalah sebuah teori dimana ada rangkaian gagasan yang ada didalam diri seorang anak tentang dirinya sendiri. Konsep diri ini seringkali didefinisikan bahwa seorang anak dapat mengatakan keyakinan dirinya walaupun keyakinannya mungkin tidak berhubungan dengan perilakunya. Seorang anak memiliki keyakinan tentang dirinya mengenai perilaku yang dilakukannya dengan baik atau tidak. Selain itu, ia memiliki prioritas tentang sesuatu, yang disukai dan tidak disukainya, perannya yang berhubungan dengan orang lain, serta tolok ukur yang diikutinya. Ia mungkin percaya bahwa ia adalah anak yang ramah dan supel,  kendati sesungguhnya ia tidak mempunyai banyak teman. Ia mungkin merasa suka dengan musik namun menolak untuk bergabung dengan teman teman dalam grup musik yang memiliki kesukaan yang sama.

Konsep diri dan harga diri saling berhubungan. Artinya perasaan anak tentang kepuasan pribadi dirinya akan lebih diperbesar apabila ;

  1. Anak berhasil mengungkapkan konsep dirinya dalam hal prestasi, misalnya ketika seorang anak memandang dirinya sebagai seorang atlet yang handal dan berhasil mencetak skor buat teamnya
  2. Anak mengikuti tolok ukur pribadi yang berkaitan dengan konsep dirinya. Misalnya :  apabila anak menghargai keterampilan akademik menerima nilai tertinggi untuk test matematika.
  3. Anak memiliki konsep diri yang disetujui oleh orang lain misalnya anak percaya bahwa ia pandai berpidato, dan ia mendapat pujian karena hal itu.

Mari kita lihat perbedaan anak yang berharga diri tinggi dan berharga diri rendah.

Anak yang berharga diri tinggi akan :

  1. merasa bangga akan prestasinya ;
  2. bertindak mandiri ;
  3. mudah memikul tanggung jawab;
  4. mempunyai manajemen frustasi dan mentoleransinya dengan baik;
  5. menerima tantangan baru dengan baik;
  6. merasa mampu mempengaruhi orang lain;
  7. menunjukkan beragam emosi dan perasaan yang luas;

sementara  Anak yang berharga diri rendah akan

  1. menghindari situasi yang menurutnya tidak menguntungkan dan membuatnya cemas.
  2. melecehkan bakatnya sendiri;
  3. merasa orang lain tidak menghargainya
  4. menyalahkan orang lain untuk kelemahannya sendiri
  5. mudah dipengaruhi orang lain;
  6. menjadi defensif dan mudah frustrasi
  7. merasa tidak berdaya
  8. menunjukkan rangkaian emosi dan perasaan yang sempit

harga diri bersifat naik turun. Apabila anak mempunyai harga diri tinggi atau rendah, umumnya merka menunjukkan karakterristik tersebut, tetapi semua anak akan emnunjukkan karakteristik demikian pada suatu saat. Pola perilaku mereka perlu diamati daripada difokuskan pada setiap karakteristik yang ada..

Kita sebagai orang tua memang diharapkan mampu membuat anak kita menjadi anak yang percaya diri. Hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan waktu, mendengarkan apa yang ingin anak katakan, menghargai mereka atas apa yang dikatakannya. Dan tetap memberikan support pada anak. Karena bagaimanapun juga anak anak tetaplah anak anak. Dan mereka berpikir dengan cara mereka sebagai anak anak..

Advertisements

One thought on “Anak dan Harga Dirinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s