Anak anak yang Lapar Perhatian

Ayah dan Ibu, pernahkah kita melihat anak anak yang selalu diam ketika ditanya. Selalu menggeleng ketika disapa, tidak mau apa apa. Atau yang lebih ekstrim, jahil kepada teman lain atau istilahnya nakal berat selalu usil dan bergerak semaunya ?  Pada saat itulah anak mengirimkan sinyal yang harus kita tangkap. Karena bisa jadi itu adalah sinyal bahwa anak sedang lapar perhatian. Kelaparan adalah kata yang umum menggambarkan kekurangan dan kebutuhan manusia akan sesuatu. Demikian juga anak anak, lapar perhatian adalah ketika anak anak dengan tingkah lakunya atau bahkan dengan kediamannya membutuhkan perhatian lebih dari kedua orangtuanya. Beberapa anak anak tertentu memang mampu mengungkapkan keinginannya, dan ada juga yang tidak mampu mengungkapkan keinginannya. Sehingga cara satu satunya adalah dengan menunjukkan lewat tingkah laku. Atau juga dengan kediaman dan kebisuan untuk menunjukkan bahwa ia membutuhkan perhatian lebih dari orangtuanya.

Bagaimanakah menghadapi anak anak yang lapar perhatian ini ?

Kebanyakan orangtua yang datang kepada saya, bingung dengan anaknya yang tadinya cerewet jadi tiba tiba emoh bicara. Atau anaknya yang selalu kreatif membuat banyak hal tiba tiba terdiam dan sering menyendiri duduk di pojok ruangan tanpa melakukan apapun. Bahkan ada anak anak yang tidak mau melakukan apa apa namun begitu bertemu orangtuanya menangis tidak mau ditinggal.

Pertama tama yang harus dilakukan orangtua adalah ;

  1. Introspeksi diri sendiri terlebih dahulu, apakah anak anak sudah disapa hari ini, diberikan pelukan atau bahkan hanya sekedar mencium pipinya ketika berangkat kerja sebagai bentuk perhatian.
  2. Apakah orang sekeliling ; seperti assiten rumah tangga, atau mungkin anak ditinggal dengan kakek neneknya sudah memperhatikan anak dengan seksama. hal itu bisa dilihat dari tingkah laku anak ketika bertemu dengan kita orangtuanya. Anak akan bercerita tanpa disuruh tentang apa yang dilaluinya hari ini. Bahkan dalam igauan malam sekalipun.
  3. Biasakanlah memeluk anak sebelum ditinggal bekerja dan katakan bahwa kita akan pergi untuk bekerja, lalu peluk kembali ketika kembali dari bekerja. Katakan bahwa kita sudah kembali dan ada disisinya.
  4. Tanyakanlah pada anak hal hal yang dia sukai hari ini, maka cerita yang lain akan mengalir tanpa diminta. Bahkan hal hal yang tidak menyenangkan pun akan mengalir.
  5. Sikapi cerita anak dengan memposisikan diri kita sebagai anak anak. Lalu pahami.
  6. Mencari solusi untuk menuntaskan kelaparan perhatian nya dengan memberikan perhatian pada hasil observasi ke anak diatas. Untuk usia balita ; Misalnya dengan memangku dan saling bercerita kegiatan hari ini, untuk anak yang lebih kecil biasanya dengan memberikan pelukan kepada anak sambil mengatakan bahwa kita berterimakasih atas kebaikannya bercerita hari ini. Dan meminta maaf karena kita tidak punya waktu untuk menemaninya sepanjang waktu karena bekerja.
  7. Yang terakhir, pastikan kita tetap memantau anak anak kita. Misalnya dengan sesekali menelpone ke rumah. Berbicara sekedar “say hello” ke anak untuk menunjukkan perhatian kita kepadanya.

Ayah dan Ibu, perhatian, walau sedikit akan membantu anak dalam perkembangannya. Ia akan menjadi anak yang mandiri atau menjadi anak yang pemalu justru dengan perhatian dan dengan kasih sayang yang sudah kita berikan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s