0

Anak adalah subject dan Bukan object ego orangtua

mari renungkan ini,

jika aku menginginkan anakku mengerti banyak hal, maka aku akan berlatih bersamanya untuk belajar mendengarkan dan memahami persoalan..
jika aku menginginkan ia mempercayaiku, berarti aku harus mulai melatih diriku untuk berbicara dengan maksud yang benar dan baik agar anakku memahaminya..
jika aku menginginkan anakku percaya diri, berarti aku harus melatih diriku mengatakan yang benar dan memujinya dengan tulus jika ia bisa melakukan sesuatu dengan baik, benar dan cara yang benar..
jika aku menginginkan anakku menjadi dirinya sendiri, berarti aku harus menahan egoku untuk mencampuri urusannya, kecuali jika ia meminta advis dan dukunganku..
membiarkan mereka tumbuh dengan benar itu butuh perjuangan dan juga kekuatan untuk menekan ego sebagai orang dewasa yang merasa tahu banyak hal..

Di daycare begitu banyak cerita yang bisa dibagi tentang orangtua maupun anak anak yang dititipkan. Ada orangtua yang sangat care terhadap anaknya dan mempercayakan pada daycare pengasuhan dan pendidikan dasarnya (karena dititipkan dari bayi) dan ada juga orangtua yang sekedar menitipkan karena tidak mau kegiatannya terganggu oleh kehadiran anak anaknya.

Kali ini aku akan bercerita tentang Harry, anak laki laki usia nyaris 2 tahun. Orangtuanya sudah pernah ingin mencoba trial di daycareku beberapa waktu lalu. Namun aku tolak. Karena daycare penuh. Dan setelah 4 bulanan, mungkin aku sudah melupakannya, orangtua kembali menghubungi untuk trial.

Akhirnya anak di trial hari itu. Pagi pagi, anak itu datang bersama ayahnya. Dan sang ayah bercerita. Umumnya orangtua, akan mengatakan bahwa anaknya begini dan begitu. Pernah dititipkan di beberapa daycare yang lain dan tidak cocok. Dengan berbagai alasan. Dari mulai daycarenya yang gurunya minim, samapai guru tak berpengalaman. Dari anaknya yang mudah beradaptasi namun tidak terpegang dengan baik.

Ketika di trial, aku selalu menyampaikan berulang kepada setiap orangtua yang akan menitipkan anaknya. Bahwa anak itu bukan barang. Jadi tidak sembarang titip, tapi daycare adalah tempat penitipan sekaligus mitra orangtua untuk pengasuhan anaknya.

Cerita berlanjut. Dan begitu ditinggal oleh papanya, seperti umumnya anak anak yang ditinggal di tempat baru, maka ia akan menghadapi sendiri semuanya. Mulai beradaptasi. Mulai menangis dengan keras, membanting semua yang dipegang. Termasuk botol susunya. Aku menunggu dan juga mengamati apa saja yang ingin dia lakukan. Mulai berguling. Dan menunjukkan siapa dirinya. Dan akhirnya tertidur karena kelelahan.

Anak anak begitu rapuh. Ia tidak bisa begitu saja seperti orang dewasa. Yang begitu pindah kerja langsung bisa beradaptasi dengan tempat baru. Anak anak berbeda sekali. Ia masih harus beradaptasi dengan tempat baru dengan lebih lama, karena meman kemampuannya belum seperti orang dewasa. Tampaknya itulah yang terjadi dengan Harry di hari ini.

 

Advertisements