Kurikulum

Kurikulum untuk Bayi 3 – 12 month

Dari tangisan pertama mereka, bayi lahir untuk berkomunikasi. Sebagai teriakan dan berbisik berubah menjadi tiupan tiupan dan gerak tubuh, bayi belajar untuk berkomunikasi  untuk terhubung dengan dunia, untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain, dan untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Sementara beberapa hal ini terjadi secara alami, mengajarkan keterampilan, interaksi yang disengaja dan terus menerus, dan lingkungan yang sangat responsif sangat positif mendorong dan mendukung keterampilan bayi dalam berkomunikasi dan sangat penting untuk perkembangannya secara optimal.

Kurikulum bahasa untuk bayi sebagai panduan  untu meningkatkan pengalaman berbahasa antara guru-anak dan menyediakan kerangka kerja bagi penggunaan bahasa, ekspresi, nada suara, bahasa tubuh, dan bahan belajar di kelas, sehingga memastikan bahwa model pengajaran keterampilan komunikasi melalui pengalaman sehari-hari dengan bayi. Apakah itu dengan menyanyikan lagu pengantar tidur yang menenangkan, penamaan objek pada saat kegiatan main-main, atau berpartisipasi dalam timbal balik (bahkan ketika bayi merespon hanya dalam mengoceh), interaksi guru bayi terus mendorong kemampuan berbahasa lebih berkembang.

Usia   3 – 12 month

MENDENGARKAN

Anak  belajar untuk

  1. Mengenali suara orang orang disekitar kita
  2. Menunjukkan perhatian dan minat terhadap cerita, sajak dan lagu
  3. Mendengar dan menanggapi instruksi sederhana dengan benar
  4. Bergerak mengikuti musik

Anak belajar dengan cara

  1. Mengucapkan kata kata sederhana lebih sering
  2. Memiliki buku yang bisa dibaca setiap hari
  3. Mendengar, mengikuti perintah sederhana misal ; ambil, duduk, berdiri
  4. Menyanyi lagu sederhana ; bintang kecil, pelangi, twinkle twinkle little star, kelinciku dll

 

BERBICARA DAN BERBAHASA

Anak belajar untuk

  1. Mengekspresikan pilihan dari barang atau keinginan dan kesukaannya
  2. Ikut serta dan berperan aktif dalam komunikasi.
  3. Belajar mencari orang lain / fasilitator pengasuh untuk mengekspresikan keinginannya

Anak belajar dengan cara

  1. Mendengar pertanyaan sederhana, contoh : kamu suka apa? Apel atau jeruk, kamu mau pilih yang mana ? merah atau hijau
  2. Melihat tanggapan dan eaksi dari fasilitator/ pengasuh atas ucapan lisan, gerak tubuh dan non verbalnya
  3. Berbicara/mengoceh sambil meggerakkan tubuhnya agar direspon oleh pengasuh/fasilitator
  4. Melibatkan diri dan mengadakan kontak mata berusaha berbicara dengan pengasuh/ fasilitator ketika waktu makan tiba.
Advertisements