0

Keterlambatan Bicara / Speech Delay (2)

Pada pembahasan yang kemarin sudah dibahas penyebab penyebab speech delay. Kali ini dibahas solusi dan tips mengatasi speech delay yang mungkin ada dan terdapat di dekat kita.

  1. Memberikan therapy okupasi intinya adalah melibatkan anak dalam aktivitas tertentu (bermain) yang sebenarnya memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, kemandirian, dan interaksinya dengan lingkungan (interaksi sosial) dengan cara merangsang anak agar berlatih untuk melihat/memperhatikan, mendengar dan meniru. Dengan memberikan perintahah sederhana dan intonansi suara yang jelas. Mengasah konsentrasi dnegan kegiatan kegiatan yang disukai anak, mewarnai, menggunting, menempel, menjahit memasukkan biji ke dalam botol dll. Memainkan mencari harta karun.
  2. Memberikan therapy bicara yaitu mengajarkan anak untuk berbicara dan berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungan terkecilnya. Therapy bicara bisa dilakukan sejak bayi baru lahir. Karena mendengar sesuatu adalah proses pertama kali bayi belajar bicara, merespon bubbling yang dilakukan bayi.Kemudian perbanyaklah bicara dengan anak tentang apa saja (bukan mengomel) bercerita dan bernyanyi. karena terbukti, bernyanyi merangsang anak untuk memahami dna menambah kosa katanya secara perlahan sambil mendengarkan. Melatih otot mulut dengan cara belajar meniup, bersiul dan menggumamkan lagu. Gunakan bahasa tubuh untuk menjelaskan sesuatu dengan sederhana kepada anak anak.Rancangla aktifitas bersama dengan anak, misalnya berjalan ke kebun dan melihat sekeliling, katakan tentang apa yang dilihat. Ketika ada kupu kupu katakan dadah kupu kupu. Sambil menggerakkan tangan dst.

Demikianlah sedikit tips dan solusi untuk speech delay/ keterlambatan bicara pada anak. semoga bermanfaat

“**ety prasetya**”

 

 

0

POLA ASUH ANAK

Beberapa orangtua bekerja biasanya menyerahkan kepada asisten rumah tangga untuk menangani semua urusan rumah tangga ketika mereka pergi bekerja diluar rumah termasuk dalam hal mengasuh anak anak mereka. anak anak yang masih dalam lingkup usia emasnya menjadi anak “asisten” rumah tangga. dan pada umumnya asisten rumah tangga ; mereka menerapkan pola asuh yang bisa jadi tidak sesuai dengan usia anak. sehingga membuat prilaku anak menjadi berbeda dimata orangtuanya. pola asuh yang salah bisa menyebabkan anak menjadi takut terhadap lingkungan dan orangtuanya. membuat anak tidak percaya diri untuk mengungkapkan apapun yang dikehendaki dalam pemikirannya dan membuat anak menjadi pendiam. atau bahkan yang lebih ekstrim adalah, anak menjadi pemberontak, menjadi pemarah dan menjadi anak yang keras kepala karena pola asuh yang tidak pada tempatnya.

Umumnya anak anak, mereka akan meniru apa saja yang dikerjakan oleh orang orang disekitar mereka. mereka belajar dari lingkungannya. ketika lingkungan itu adalah lingkungan yang tidak aman, mereka jadi gampang menangis. gampang marah dan memukul teman yang lainnya ketika bersosialisasi.
.
Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte, tentang pola asuh anak :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya

pola asuh yang diterapkan oleh setiap orang tua sudah pasti berbeda beda. dan pola asuh itu memiliki tujuan yang sama yaitu berharap anak menjadi cerdas, gembira dan sehat lahir bathin.
untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sudah pasti semua membutuhkan proses yang lama, dan hasil tidak bisa langsung terlihat. namun bisa diusahakan menjadi lebih baik.

Taman Penitipan Anak Little White Rabbits, bermisi membantu para orang tua bekerja untuk mengasuh, menjaga dan mendidik anak anak seperti orangtua mereka sendiri.

silahkan kunjungi kami :
Little White Rabbits Baby Daycare
buka Senin – Jumat pukul 07.30 s.d 17.00 wwib.
Keterangan lebih lanjut hubungi :
Ety Prasetya
telepone : 0251 – 8663121, 0813 8050 9948
wa/sms : 0856 1448 473, 0878 7058 6669