0

Pentingnya Tidur Siang Untuk Anak

Tidur siang, pernyataan ini pasti membuat anak anak enggan. Apalagi jika anak anak sedang asyik bermain atau sedang melakukan hal yang menyenangkan. Padahal tidur siang itu penting lho buat tumbuh kembang anak.

Menurut Kim West, MD., sleep coach dari Annapolis, Maryland, sekaligus penulis buku The Sleep Lady Good Night, Sleep Tight: Gentle Proven Solutions to Help Your Child Sleep Well and Wake Up Happy, tumbuh kembang anak akan lebih maksimal lagi bila ia terbiasa tidur siang dan tidur nyenyak sepanjang malam. Karena di saat tidur, tubuh anak akan memproduksi hormon pertumbuhan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya (artinya: anak yang cukup istirahat akan lebih sehat). Kurangnya waktu tidur pada anak juga sering kali dihubungkan dengan masalah kesehatan. Sebuah studi yang dilansir oleh Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menyebutkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun yang tidak bisa tidur malam dengan nyenyak (sekitar 10 – 12 jam), memiliki risiko tinggi terkena obesitas, yang dapat membawanya ke masalah kesehatan lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.

Hasil serupa juga didapat dari penelitian yang dilakukan oleh Elsie Taveras, Ph.D., dari Harvard yang menyatakan bahwa bayi yang tidur kurang dari 12 jam sehari memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, Anda pasti juga menyadari kalau anak menjadi lebih sulit diatur dan lebih rewel ketika ia kurang tidur. Itu sebabnya, menurut Robert Beckerman, M.D., dokter spesialis gangguan tidur dari Children’s Mercy Hospitals and Clinics, Kansas City, Missouri, anak-anak, terutama yang memiliki gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan hiperaktif, harus mendapatkan tidur siang yang berkualitas. Tidur yang berkualitas akan memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi, mengerti, bahkan melakukan hal yang mudah sekalipun.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Southern Missisipi yang mengamati laporan dari para orang tua, menemukan bahwa anak usia 4 – 5 tahun yang tidak pernah tidur siang ternyata memiliki tingkat hiperaktif yang lebih tinggi, mudah gelisah, dan depresi dibanding anak yang tidur siang setidaknya seminggu sekali.

Kebutuhan tidur anak-anak dan remaja, setidaknya sembilan jam tidur tiap harinya. Terganggunya jam tidur bagi anak-anak dapat mempengaruhi performa mereka di sekolah, hubungan sosial, dan kegiatan ekstrakurikuler mereka. Untuk meningkatkan waktu tidur anak, maka beberapa hal ini bisa dilakukan:

  • Berikan rutinitas waktu tidur yang menenangkan untuk anak, misalnya membacakan dongeng atau mandikan dengan air hangat sebelum tidur.
  • Tentukan waktu tidur yang pasti, baik pada hari sekolah maupun akhir pekan, dan jangan melakukan banyak perubahan.
  • Matikan semua peralatan elektronik, seperti TV, komputer, ponsel, dan radio, satu jam sebelum jam tidur.
  • Jangan beri makan porsi besar jika sudah mendekati jam tidur.
  • Makanan atau minuman yang mengandung kafein sebaiknya tidak diberikan kurang dari enam jam sebelum jam tidur.
  • Tidurkan bayi dan anak-anak saat mereka kelelahan, tapi masih terjaga. Hindari mereka tertidur di pangkuan orang tua atau di kamar lain.
  • Pastikan suhu kamar tidur terasa sejuk dan gelap.
  • Hindari kebisingan di sekitar rumah.